Tarian Luka

Saya lupa kalau saya pernah meminta sesi foto sama temen saya Okta di taman Lansia Bandung. Saya sendiri yang nentuin semua aspeknya : kostum, lokasi, pose, dan temanya. Jujur, saya mengagumi jepretan temen saya disini, dan saya namai dia "Tarian Luka"

#3

Lihat! Gaya berteman kita beberapa tahun lalu. Saat belum terjadi defungsionalitas panca indra pemberian Tuhan. Mata berbicara, mulut berkontraksi, telinga bersiaga. Spontan! Mudah ditebak, tak bisa lagi kita saling mengelabui, karena mata turut serta memberikan clue sepersekian detik setelahnya, binaran atau picingan. Intim. Namun kini? Aku yakin, kita sadar pertemanan ini sudah berubah, dengan sedikit … Continue reading #3

Dear you,

Seorang yang aku tau begitu tenang. Yang lebih memilih diam dan menjadi penikmat. Selalu setia mendengar hingga sang lawan bicara pada akhirnya lega. Selalu menyaring lontaran dari bibirmu, mungkin sejak di kerongkongan. Aku selalu ingat senyummu, yang menenangkan, dan wajahmu teduh. Sangat teduh ketika aku memandangmu. Boleh tidak aku bilang kalau kamu itu selalu cari … Continue reading Dear you,