Curhat

"Halo.. Dengan siapa dimana?", terdengar di ujung telepon sana akhirnya menjawab "Dengan Satya di Depok", dia menjawab tegas "Oke satya.. Silahkan", lanjutnya. Ini dia saat-saat mendebarkan. Satya harus mengatakannya, karena hanya ini kesempatannya. "Mamaaaaa... Curhat dong. Aku rindu Mama." Ya, Mamanya terlalu sibuk dengan dakwahnya di layar kaca!

Jenuh.

Kata mereka, kau akan berkunjung ke rumah setelah hari ke-7. Ya 7 hari, tapi kau tak kunjung datang. Lalu mereka bilang, 40 hari kemudian kau akan datang kembali. Nyatanya? Aku tak pernah jenuh demi sepasang cincin dan berkotak-kotak seserahan, hingga mataku merabun. -- Edisi tantangan menulis 100 hari dari "sahabat pena (Mel, Dita, Yaya)" 

Hanya Kamu dan Dia

Aku menyedot minumanku dengan sedotan yang telah kugigiti hingga gepeng, dan Tama terdiam sambil memegang handphonenya. Alunan Gravity milik John Mayer terdengar tenang seperti kami berdua. Lima menit, sepuluh menit, dan tepat di menit ke lima belas, aku memberanikan diri membuyarkan lamunan Tama. “Are you okay?” tanyaku pada Tama. “Yes, I’m okay, Lena.” jawabnya tenang … Continue reading Hanya Kamu dan Dia

hari-114

Hari - 1 “Mohon maaf, saat ini commuterline Anda, masih tertahan di sinyal masuk stasiun Jatinegara, dikarenakan terdapat gangguan wessel di stasiun Manggarai”. “Huuu..”, seisi gerbong dengan kompak berseru. Membuatku terjaga dari tidur ayamku. Aku melihat sekeliling, dan terhenti. Wajahnya pucat pasi. Mungkin pertanda bahwa gadis ini sudah ingin pingsan. Kejamnya, seorang bapak di depannya … Continue reading hari-114