Akhirnya, saya memberanikan diri untuk menceritakan perjalanan saya dan Abe untuk mendapatkan keturunan. Pada mulanya saya segan dan selalu tertutup untuk hal ini. Tapi bukankah mungkin ada beberapa orang yang rejeki mendapatkan keturunannya hadir di titik-titik yang pernah saya kunjungi?

Ada sebagian mengatakan saya berlebihan, tidak santai, dan lain sebagainya menghadapi penantian memiliki keturunan. Gapapa. Karena bagi saya tugas manusia hanyalah berusaha, atas apa yang bisa dikerjakan sedangkan urusan hasil adalah sepenuhnya kuasa Allah.

***

Waktu itu kami berdua baru memasuki usia pernikahan 6 bulan dan masih ngontrak di Depok. Namanya juga awal nikah kan yaa, 6 bulan itu fase dimana orang mulai pada sibuk tanya-tanya udah hamil belom, ditambah lagi keinginan dalam diri buat cepet hamil. Galau? YES!

Saya mulai sibuk googling sana sini.. Tapi belum berani untuk nyari hal yang berhubungan dengan medis karena gak sanggup kalau-kalau nanti hasilnya tidak sesuai dengan yg ada di bayangan saya hehe.. Jadilah saya cari alternatif kaya pijet-pijet aja. Googling sana sini, lalu ketemulah blog ini : http://ayumi-chantiq.blogspot.co.id/2014/07/kehamilan-pertamaku.html

Berbunga-bunga dan super excited lah saya, dan semangat juga ngajak suami. Pijat Pak Tarma namanya. Kami kesana hanya berbekal link itu, setelah muter-muter nyasar akhirnya ketemu juga rumahnya. Lokasi di area Jl. Swadaya Pasar Minggu.  Kenapa rumah? karena ternyata tempat praktek ini adalah rumah mantan pasien Pak Tarma yg berhasil sembuh dari sakitnya, dan diperkenankan untuk buka saja praktek disana. Pak Tarma ini orang asli Bandung ya, beliau cuma ke Jakarta 2 hari, yaitu Sabtu di Pasar Minggu dan Minggu di Hang Tuah (Kebayoran).

Jadi, setelah ngobrol sama Pak Tarma beliau cerita kalau dia juga pegang Titi Kamal tapi untuk tempat praktek di Kebayoran sana. Selain itu juga beliau sering praktek di rumah sakit Mount Elizabeth sanaa. Keren yaa! Tapi yang namanya berobat emang cocok-cocokan bgt sih ya..

Ini halaman tunggu untuk antrian pijat Pak Tarma Pasar Minggu
Ini halaman tunggu untuk antrian pijat Pak Tarma Pasar Minggu

Begitu sampai disana, kita antri tapi gak pakai nomor, jadi ya saling pengertian aja siapa yg datang duluan dia masuk duluan. Dipijatnya hanya di kaki dan di punggung, lalu endingnya kita dikasih madu, untuk madu cewe dan cowo beda ya..

Biaya, kalau disini pijat seikhlasnya tapi untuk madu, 1 botol itu dihargai 100ribu per botol. Artinya minimal bgt kita ngeluarin uang 200rb untuk madu ditambah biaya pijat. Saat awal kesana, pas dipegang saya ditebak kalau ada keputihan dan itu yg menghambat saya punya keturunan, dan suami cuma diinfokan bahwa kurang kental cairannya.

Kurang lebih 3 bulan kami kesana untuk pijat, dan minum madu yg bener-bener bikin saya tersiksa karena jujur saya gak doyan sama madu HAHAHA. Ohiyaa, waktu pas lagi kesana tiba-tiba saya ketemu dengan mba Ayumi Chan yg ada di link blog tersebut jadi kami bisa ngobrol sebentar deh, dan saat itu bayinya sudah lahir dan sudah berumur 3 bulan.

Kenapa kami berhenti? Karena cukup melelahkan dari Depok-Pasar Minggu setiap 2 minggu sekali naik motor dan juga saat itu kami sedang banyak pengeluaran.. Dan memilih untuk mencoba mengecek dari sisi medis. Mungkin rezeki kami bukan dari sini, tapi mungkin ada orang lain yang mungkin berhasil disini, bisa hubungi Pak Tarma untuk tanya-tanya yaa.. CP : Urut Tarma 0813-2202-0928 / 0817-435-643

Advertisements