2017

Manis ∴ Pahit ∴ Asam


Tahun yg berasa lamaaaaaaaaaaaaaaaa banget, bukan karena apa-apa, karena tahun ini terlalu banyak yang terjadi dalam hidup saya, dalam rumah tangga saya, dalam urusan kantor saya.

UP and DOWN! 

Yang pasti saya yakin semua orang pernah ada di masa-masa itu.

But I have to realize, taun 2017 saya bener-bener berasa lagi kaya gorengan, dimasak diaduk-aduk, dibolak-balik, hati dan perasaan! Berasa adonan yang lagi dipersiapkan untuk menjadi “MATANG”.

***

JANUARI, 2017

Finansial kami ambruk! Di tengah ketatnya keuangan karena lagi nyicil rumah dan nabung renov rumah. Ditambah lagi ternyata kami harus bayar biaya BPHTB yang nominalnya sampe 21 jutaaan (padahal kami taunya ini digratiskan oleh developer). Tiba-tiba dapat kabar kalau salah satu perusahaan investasi yang jadi tempat buat muter uang, dinyatakan BODONG oleh OJK, CEOnya ditangkap polisi. Daaaaaaaaaan, uang kami senilai 200 juta entah kemana (sampe skrng, mudah-mudahan taun depan balik ya ALLAH, doain dong! huhuh). GONCANG bukan main!

It hit us HARD! SOOOOOOO HARD!

Tapi dari kejadian ini kami belajar banyak hal. Saya, harus memutar otak untuk ngolah keuangan keluarga seefisien mungkin, dan suami jadi rajin untuk usaha ini itu biar setidaknya ada tambahan bagi kami. Dan yang paling berharga, adalah soal SEDEKAH dan keajaiban-keajaiban yang kami alamin, ketika kami lebih giat untuk bersedekah. Pertolongan Allah selalu dekat bukan?

MARET, 2017

We moved to our dream house! Yeay!! Kaya oase di tengah gurun masalah di awal taun~

APRIL, 2017

Operasi Laparoskopi! (ini adalah kisah yang selalu saya simpan sendiri bahkan pada saat menjalani operasi itu, saya dan suami bungkam, tak ada keluarga yang tau. We fight together, only the two of us dan GOD)

Tiba-tiba, di tengah pemeriksaan kami ke SPOG, malam itu juga saya diharuskan ngejalanin laparoskopi. Bagai petir di siang bolong banget! Bukan lagi sedih, saya berada di titik lemah dalam berharap soal keturunan

JULI, 2017

Ibu Mertua saya berpulang.

Lebaran terakhir kami, dan di rumah sakit. Beliau dirawat di rumah sakit hampir 2 bulan sebelum berpulang. Ngerawat beliau dari beliau masih bisa jalan sampai beliau hanya bisa terbaring dalam kondisi koma. Perjalanan yang semoga Allah berikan berkah bagi kami. Yang juga menyadarkan saya dan Abe, tentang mengapa sampai detik itu kami belum juga diberikan keturunan. Karena saat itu Allah meminta kami untuk berbakti lebih kepada beliau.

SEPTEMBER, 2017

Suasana kantor sangat tidak kondusif. Penugasan ini itu yang entahlah saya sudah lelah selama 1 tahun dipindah sana sini, sampai saya bingung sebenarnya saya ini dijadiin apasih? Saya stress berat, sampe selama 2 minggu tidur malam saya tidak tenang, padahal saya adalah orang yang pelor dan kebo kalau urusan tidur.

***

Tahun yang sungguh luar biasa sepanjang perjalanan hidup saya dan keluarga. Tentang belajar arti SABAR, IKHLAS, dan PASRAH akan takdir Allah. Tentang berjuang semampu yang kita bisa. Tentang arti selalu bersama. Tentang arti cinta. Tentang pertolongan Allah.

2018? Saya hanya ingin menjalani tahun depan dengan bahagia , berkah, dan selalu ada Allah bersama saya. AAMIIN!

Advertisements