Hidup penuh distraksi. Distraksi jaman kini. Hanya membuka Instagram saja bisa menghabiskan waktu berjam-jam, mengecek post-post terkini, baju-baju yang lucu, selebgram-selebgram sekarang, mengira-ngira fashion terkini.

Sibuk membaca whatsapp pada grup-grup. Sibuk membaca post-post disana-sini.

Bukannya refresh, malah makin stress.

Dan dunia mulai menjadi template.

Semuanya sama di seluruh dunia, kafe dengan perabot yang sama, kopi dengan varian sama disana-sini,  makeup para wanita sama di dunia sana dan sini, dan isu yang sama dari tahun ke tahun.

Dunia tulis menulis juga hanya menjadi beberapa kalimat di dunia maya. Blog sudah sangat ditinggalkan. Tinggal berisi review barang, travelling, dan unboxing perangkat.

Kadang saya meragukan apakah dari generasi saya akan hadir penulis-penulis besar kembali. Fantasi kini menguap, khayalan diganti visual. Segala hal ingin dituangkan secepatnya ke dunia maya. Hidup menjadi feed dunia maya dan curhatan sesaat.

Yang mengharapkan like dan love.

Dunia pun bagai tidak memiliki misteri lagi. Hal yang menggelitik rasa ingin tahu, kini sudah menjadi bagian dari dunia maya, dapat dibaca dan dilihat darimana saja.

Ah mungkin saya butuh kabur dari dunia maya, pergi liburan, sambil mematikan handphone saya 🙂

 

 

***
I love her writing, Naila! I feel that way too.. Kebetulan bulan Oktober – November – Desember kemarin saya sempet juga sih kabur dari dunia maya, deactive akun facebook dan instagram. Rasanya? Yaaa berapa bulan sekali harus KABUR deh dari dunia maya 🙂
Advertisements