Eh, hai blog! Udah berdebu ya gak pernah diperhatiin sama yang punya blog.. Maafkan daku… Oke, post pertama setelah tidur panjang ini dipersembahkan oleh orderan bikin puisi. Udah hampir sebulan puisi ini orderan puisi banyak, ada kali 3 puisi untuk acara berbeda dan konten yang berbeda.

Awal mulanya dari mana sih sampe saya terkenal banget sebagai “Mariana si Pengarang Puisi”?. Jadi, bulan Januari 2016 kemarin ada cara di salah satu divisi, tentang penutupan suatu produk yang dulu pernah ngehits. Kebetulan, itu divisi temen saya, Tyas. Tiba-tiba di suatu malam, jam 9 malam dia ngeLine saya, buat minta saya baca puisi sekaligus buat puisi yang bakal saya bacain BESOKnya. Iya, BESOKnya! Edan ngets lah! Dibacain di depan Pak Direktur Utama TelkomGroup Pula, Pak Alex J Sinaga.

Sejujurnya, emang saya suka banget sama puisi. Mau nyombong dikit nih, jaman SD-SMA sering banget ikutan lomba puisi *bukan ngarangnya, tapi bacain puisi*, menang beberapa kali, walaupun cuma tingkat kota. Hahaa!   Berhubung suka baca puisi, jadilah suka juga buat puisi. Sempet semua karya puisi saya diprint trus dijilid. Saya bagiin keliling ke temen-temen di SMA buat mereka baca untuk kasih masukan, kira-kira ada yang kurang atau gak. Dan bahkan sampe ada puisi jilid 2 loh.. Duh itu buku kemana ya? *cari-cari lagi*

Ehe, itu cuplikan video baca puisi saya. Gemetarannya keliatan banget kan? Iyalahh.. persiapan cm beberapa jam dan dengan jarak sedekat itu pula dengan Pak Dirut. Menurut saya, diksi di puisi ini masih kurang bagus, sebenernya saya lebih suka gaya puisi yang prismatis tapi efek udah lama gak bersentuhan sama puisi, jadilah ini bahasa apa adanya aja.

#1 : Puisi Shutdown Flexi

Masihkah kau ingat sebuah kisah.
Tentang perjuangan
Tentang kejayaan.
Yang melahirkan Mahakarya.

Memang, langkah kami berat bahkan kadang terseok.
Namun menyerah bukanlah kawan.
Terus berjalan, tanpa kami tau apa itu lelah
Terus berkarya, tanpa kami tau apa itu putus asa.

Kami bukanlah seorang pecundang!
Kami adalah pejuang
Yang hadir bukan dengan perjuangan biasa.
Demi dirimu bersinar,
Berkibar ke seantero negeri Indonesia.

Dengan semangat membara,
Terus mengepakkan sayap menembus batas kota,
Terbang menjelajahi batas wilayah
Menjalar ke seluruh penjuru Nusantara

 (karya : Mariana , https://maarceuu.wordpress.com )

Engkau mampu memberi arti,
Menorehkan kontribusi
Membawa kami pada satu masa terbaik penuh sukacita

Engkau kini telah menuju akhir,
Membulirkan sisa-sisa keikhlasan..
Kami berjanji..
Semangatmu, ruhmu akan selalu bersemayam di hati dan jiwa kami.

Izinkan kami melanjutkan perjalanan,
Menuju puncak yang lebih tinggi

One thought on “Puisi #1 : Shutdown Flexi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s