Tulisan saya (dengan sedikit perbaikan diksi), yang ternyata saya tulis 5 tahun lalu via Kompasiana.
—–

 

Jika Ibu hamil nanti ,
Ibu ingin kau tahu, kaulah yang selalu dinanti.
Betapa Ibu harus berhati-hati, karena jika Ibu terluka maka kau pun akan terluka.
Betapa Ibu sangat mencintaimu dengan tulus.
Ibu berjanji, Ibu akan menjagamu.

Selama 9 bulan kita akan melewati hari-hari penuh kejutan bersama.
Merasakan hentakan lembutmu saat kau begitu antusias.
Merasakan tendangan penolakanmu saat kau merasa enggan,

Jika Ibu hamil nanti,
Ibu ingin kita menari,
Ibu ingin kita bernyayi,
Ibu ingin kita berdoa,
menjalaninya semuanya bersama,
dan merasakan setiap gerakan putaran dunia.

Kamu tau,Nak?
Hal terindah dalam hidup Ibu adalah bisa tetap bersamamu dalam satu raga.

Berjanjilah Nak, kau takkan pernah membisikkan pada mereka bahagianya kita,
menjalani dunia dalam satu nafas

Bagaimana rasanya ada di dalam sana?
Gelap kah?
Damai kah?
Tenang sayang, dunia yang penuh rahasia ini sudah menantimu.

Jika Ibu hamil nanti,
entah apa yang akan Ibu rasakan,
karena Ibu belum bisa merasakan hadirmu saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s