Halohaaa bridezilla..

#eaaaa

hahaha, iya awalnya mau banget postingan printilan pernikahan saya sebulan setelah menikah, nyatanya udah hampir 4 bulan nikah, postingan soal wedding preparation belum juga muncul di blog kesayangan ini. Oke, langsung aja yaaa.. I will tell you about my last wedding preparation.

Undangan Pernikahan

Kebetulan, saya dan Abe suka banget sama hal yang vintage-vintage. Jadi desain undangan pun maunya temanya begitu. Googling lah, cari-cari vendor undangan yang bisa mewujudkan mimpi kami.  Kalau dibilang susah bgt nemu vendor yang nyediain undangan dengan tema vintage, terutama RUSTIC VINTAGE. Iya soalnya pas kita nikah, emang belum musim undangan macam ini. Kalau sekarang sih kayanya udah banyak ya.

Beberapa kali ngobrol sama vendor undangan, mereka rata-rata bilang desain undangan saya ini ajaib karena jarang ada yang mau bikin undangan kaya gini. Pernikahan kami cuma ngundang 250 orang sajah, dikurangin temen-temen yang dikirimin undangan digital jadi sekiranya cuma butuh 200 undangan fisik.

Pas ditanya harganya berapa undangan dengan model dan jumlah itu, mengejutkan.. ada yang kasih harga 13.000-17.000!! Ish, mahal kaliiiiii….Kebetulan budget kami gak segitu, alias minim banget untuk undangan.

Akhirnya diskusi lagi lebih jauh.. Jadi gimana? Mau tetep RUSTIC VINTAGE apa gak? Jawabannya IYA! Trus solusinya apa?

Kita buat undangannya sendiri yuk!

NEKAT? Iyes banget, kenapa? Karena saat itu di kantor jujur aja saya lagi benar-benar overload. Semenjak 3 bulan sebelum pernikahan, saya wara-wiri ke luar kota, lembur hampir setiap hari. Jadi waktu buat ngerjain wedprep ini ya cuma sabtu-minggu, atau sepulang kerja. Tapi gapapa lah, nekat aja, yang insyaAllah bisa kelar.

Alhamdulillahnya saya dikit-dikit bisa desain lah.. jadi semua detail undangan saya desain sendiri pake Photoshop, undangan bagian depan, bagian dalam (inti undangan) bahkan PETA lokasi pernikahan pun saya buat sendiri.. hahaha, maklum buat undangannya gak di percetakan yg bisa sekalian buatin peta lokasinya. Aaaak, hampir gila saya nyelesein undangan ini deh.

Alhamdulillahnya lagi, waktu itu punya calon suami yang care dan perhatian banget, kita berdua bagi tugas. Abe tugas jalanin yang operasionalnya. Sempet dapet kendala, karena harga renda itu bener-bener mahal, dan kalau dihitung-hitung malah jadi overbudget.

Akhirnya cerita sama Mama klo lagi kesulitan cari renda yg murah, Alhamdulillahnya lagi rejeki kami emang, ternyata Mama saya di Cirebon punya 2 gulung renda warisan dari Nenek. Jadilah renda itu dikirim langsung dari Cirebon.

Ya Allah, bener-bener super ketolong banget, dan banyak keajaiban-keajaiban yg terjadi (walaupun sebenernya penuh drama amarah dan air mata). Hueehhh… Dan alhamdulillah, jadilah undangan RUSTIC VINTAGE pernikahan kami.

AbeBiu's wedding invitation
Ukuran Tom Jerry-nya gak biasa, dan format ucapannya juga beda. “Special for you, (Nama Undangan)”

 

SUPER DUPER LOOOOVEEEEEEEE it! ♥♥♥♥

Our wedding invitation’s dream come true!

Mulai dari desain via photoshop, print prototype, bahkan sampei revisi berkali-kali soal font dan pemilihan gambar. Cari pita, renda, plastik, dan sticker tom jerry yg ukurannya gak biasa (iya kalau ini emang sengaja kami pake yg sesuai). Ini dia 200 tumpuk undangan mentah yg siap diolah lebih lanjut, kalau istilah bekennya sih finishing.

Kertas undangan Abe Biu

Kebayang dong ada 200 lembar yang harus ditempelin renda? Saya mengerahkan resource yg bisa dimanfaatkan hahaha.. berkat 5 orang (Saya, Abu, Kaka Saya, Yuli dan Dygta) alhamdulillah dalam beberapa jam, renda-renda sudah tertempel rapih di kertas undangan kami. Walaupun masih ada PR mitain dan mlastikin undangannya yg saya kerjakan setiap pulang kerja sampei jam 11 malam hihihi.. Tapi terbayar kook!! Senang-senang – senaaannnggg!

Kroyokan undangan AbeBiu
Yang lain nempelin renda, saya bagian cutting renda supaya sesuai dengan ukuran.

 

Yeay, undangannya jadi!
This is our wedding invitation : RUSTIC VINTAGE

Tapi setelah saya ngelewatin proses buat undangan sendiri, akhirnya saya yakin kenapa CRAFTING itu harganya mahal. Thats all handmade. Yang bikin mahal adalah ide dan proses pengerjaannya. Priceless sih kalau kata saya. Jadi kalau ada yg ngasih harga dan mahal, coba bayangin aja proses pengerjaannya. Hiihiii

Buat yang mau nikah, dan pengen punya undangan kawinan RUSTIC VINTAGE kaya yang saya dan Abe buat, boleh kok kontak kami.. Etapi sekarang buat yang mau order sementara close dlu ya, tapi boleh kok tanya2 ke email : maarceuu@yahoo.com

Advertisements

28 thoughts on “DIY : Rustic vintage (handmade) wedding invitation

    1. Thanks .. Kalau tanpa pita bisa lebih rendah, tp klo pake pitanya mungkin bisa lebih atau sekitar segituan deh hihihi..

  1. Waah kereen.
    Beli kertasnya dimana sist? Boleh tlg share kontak toko kertasnya?
    I really need for my wedding invitation too >.<

  2. mbak, ini jadinya nyetaknya pake percetakan atau cetak sendiri mbak?
    hehe penasaran sayah bisa telaten dan amazing gitu hasilnya kerjanya 😀

    1. pake ke percetakan azalia, karena gramatur kertasnya cukup tinggi klo cetak sendiri printernya rusak heheheu 🙂

  3. Mba, jika boleh tau harga rustic vintage handmadenya itu jadi brp per pcs nya dgn proses yg melelahkn itu?

    Yg awalnya sampai 17.000/ pcs.

    Hehe.

    1. bismillah ya, semoga gak menyita banyak waktu dan emosi klo buat sendiri hehe..

      duh, aku lupa nama kertasnya, pokoknya yg suka dijadiin kertas di belakang nota yg warna coklat. coba aja blg ke tukang kertas biasanya tau 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s