Sunset bersama Rosie
Kalimat paling indah buat saya [hal – 349]

Ya, karena satu buah kalimat di atas juga akhirnya saya tergelitik untuk membaca buku ini. Baca apaan dimana? Facebook jawabannya. Setiap hari saya membukanya, eh emang masih jaman ya? Walaupun udah gak ngehits lagi socmed ini, saya masih setia, karena ada sebuah page yang akan selalu saya buka setiap paginya, siangnya, atau malamnya. Yaitu page punya DARWIS TERE LIYE. Bukunya beberapa emang sudah saya baca, dan saya suka, bukunya realistis, sederhana, tapi dalem.

Sunset bersama Rosie menceritakan rasa cinta, kehilangan, pengertian, kesempatan dan  kebersamaan. Dengan 2 tokoh utama, Tegar dan tentunya Rosie. Tegar dan Rosie merupakan sahabat baik semenjak kecil di Gili Trawangan, Lombok. Setting di sekitar Lombok – Bali serta gaya bahasa sederhana Tere Liye yang begitu mengalir, turut membawa saya merasakan lembutnya pasir putih, belai angin pantai, dinginnya air laut, serta debur ombak.

Tegar yang begitu dalam mencintai Rosie, Rosie yang akhirnya memilih Nathan menjadi suaminya, Sekar sebagai calon istri Tegar, 4 anak Rosie yang begitu mencintai Tegar, dan tragedi bom Bali yang turut diangkat dalam cerita ini. Semuanya sederhana, tapi pas.

Siapa yang mengatakan bahwa cinta itu bisa mati? Hal itu tidak berlaku pada cinta Tegar untuk  Rosie. 15 tahun konstan mencintai, tak pernah mengurangi porsinya walau secuil. Tapi siapa yang bilang kau tidak bisa mencintai orang lain di saat kau sudah menyerahkan seluruh cintamu pada orang lain? Tegar, dia pun mencintai Sekar dengan pengertian dan pemahaman akan makna cinta yang mungkin tak sama dengan yang dilabelkan pada Rosie.

Tegar terjebak cinta masa lalunya, setelah kejadian bom Bali yang membuatnya masuk terlalu dalam bersama Rosie dan anak-anaknya. Menanamkan benih “dicintai” dari anak-anak Rosie. Serta mengabaikan kalimat yang selalu dilontarkan oleh Oma Rosie “Mawar tidak akan pernah tumbuh pada kerasnya Karang”. Takdir yang selalu disangkal oleh Tegar; Tegar Karang dan Rosie (Mawar).

Melalui novel ini, kita disadarkan bahwa terlalu mencintai seseorang sama saja dengan tidak memberikannya kesempatan untuk merasakan cinta yang dicurahkan. Seperti dalam islam  dikatakan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, berlaku pula pada sebuah kata kerja “CINTA”.

Gak cuma itu, gak melulu tentang cinta, ada banyak aspek kehidupan yang diangkat Tere Liye di buku ini. Yang mungkin saja membuat kita refleks bilang  “Ohhh..iya..” 🙂

Saya tidak akan menulis review detil jalan ceritanya, mendingan baca. Karena jujur saya penasaran buka lembaran-lebaran selanjutnya, bahkan sampe begadang demi nyelesain buku ini. Recommended deh! 🙂

PS : Cerita cintanya sederhana dan gak berlebihan. Kadang sesuatu yang sederhana memang akan terasa tidak biasa.

2 thoughts on “[Novel] Sunset bersama Rosie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s