a very yuppy wedding - ika natassaBuku pertama dari trilogi (atau apalah itu namanya) Ika Natassa kedua saya baca. Nah bingung kan? Jadi, saya membaca buku keduanya, divortiare, terlebih dulu, baru buku a very yuppy wedding ini. Gaya bahasanya fun, dan tokoh utamanya selalu banker. Mungkin karena memang pekerjaan sebenarnya sang penulis, jadi bisa lebih detil dan nyata kali ya.

Wedding? Apa yang dipikirkan oleh setiap orang ketika mendengar kata ini? Pasti ada gelondongan  kata lain yang akan terkait dengan sebuah kata “pernikahan”. Suami, istri, komitmen, bulan madu, resepsi, persiapan, ijab kabul, CINTA, dan segala macamnya.

Andrea, banker di sebuah bank yang hari-harinya sudah disibukan oleh setumpuk meeting, kunjungan ke calon debitur, serta segala tetek bengek ke-banker-annya, harus sedikit bisa menyisakan ruang dan waktu untuk cintanya, Adjie. Adjie adalah rekan kerja sekantor dan juga selantai, yang sering disebutnya sebagai 5’clock shadow. Ya, itu karena posisi duduk Adjie jika dipandang dari meja Andrea tepat seperti jarum jam pendek yang menunjukan angka 5.

Dan kalian tentu sudah tau bukan? Ada sebuah peraturan jika “sesama karyawan sebuah perusahaan dilarang untuk menikah”. Peraturan satu ini memang kontroversial, membuat kita tidak bisa lagi memancing di kolam sendiri, alias harus lempar pancing jauh-jauh ke kolam seberang (baca : perusahaan). Hhhh.. Loh loh, kok saya jadi curhat! Tapi ya itu aturan di sebagian perusahaan. Lanjut ke buku ini lagi ya..

Peraturan yang satu itu membuat Adjie dan Andrea terpaksa menyembunyikan hubungan mereka dari lingkungan mereka, dan terutama bos mereka. Karena, jika bos mereka tau bahwa hubungan mereka serius, maka akan ada salah satu dari mereka yang akan keluar dari perusahaan tersebut dan tidak menutup kemungkinan karier mereka bisa terhambat. Begitu sih alasan mereka. Tapi tentunya hubungan rahasia itu tidak akan bisa disembunyikan dari sahabat mereka, Tania dan Firman. Hanya mereka berdua makhluk kantor yang mengetahui itu.

Semuanya menjadi sangat hectic ketika mereka berencana untuk menikah. Andrea yang harus keluar dari bank-nya sekarang, dan memilih pindah ke bank lain demi kelancaran pernikahan mereka. Segala kegiatan tercampur aduk, pekerjaan dan persiapan pernikahan. Dua hal tersebut tidak ada yang ingin mengalah, overlap. Ditambah lagi emosi yang mudah sekali terpancing di tengah-tengah sifat keras kepala yang dimiliki keduanya. Banyak benturan yang terjadi, benturan yang membuat keduanya semakin hari semakin menjauh.

Hubungan mereka kini berselimut aroma kekecewaan, pengkhianatan, perselingkuhan, arogansi dan kesalahpahaman. Semakin berjarak. Padahal 2 minggu lagi naik pelaminan. Keraguan akan status dirinya di hati Adjie ketika selalu ada bungkam ketika bertemu. Hingga semuanya berpuncak pada saat beberapa jam sebelum ijab kabul Andrea memilih untuk kabur, menenangkan pikiran yang mungkin lebih tepat disebut pelarian.

Ini nih part paling mengharu-biru buat saya. Disini Ika Natassa memberikan space bagi para pembacanya untuk berimajinasi sendiri mengenai penyelesaian masalah 2 tokoh utamanya. Karena sebelum semua masalah diselesaikan di novel itu, Ika sudah membawa pada sebuah cerita ketika mereka selesai berbulan madu. Overall bagus, tapi jujur yaa, saya bosen banget baca di tengah-tengah, flat. Tapi baru jadi bagus lagi mendekati lembaran-lembaran akhir, itu juga saya loncat hihihi.

Sekian resensi dari saya. Selamat membaca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s