” Hati itu dipilih, bukan memilih. Jatuh cinta-lah pelan-pelan, jangan sekaligus. Berat nanti..”

perahu kertas

Sudah pernah saya sebutin bukan, kalau saya agak fanatik sama hasil karyanya Dewi Lestari. Jadi sudah jelas saya sudah nonton perahu kertas 1, dan tentunya saya menunggu perahu kertas 2. Masih inget adegan terakhir di perahu kertas 1? Pertemuan pertama Kugy dan Keenan di pernikahan sahabat mereka si purapura-ninja, setelah 3 tahun berpisah dan saling membohongi diri.

Kugy dan Remi yang sudah berpacaran, Luhde dan Keenan yang juga sedang menjalin hubungan, mereka memiliki dunia mereka masing-masing. Semua tampak baik-baik saja awalnya, sampai akhirnya setelah pertemuan di pernikahan tersebut Kugy dan Keenan menghabiskan waktu bersama ke pantai dan sakola alit. Dan disitulah impian dan harapan kembali dibangun bersama. Masih dengan porsi yang sama, Kugy si penulis, dan Keenan yang akan menjadi ilustrator karya-karyanya. Mereka hidup kembali. Ya mungkin ini yang dinamakan cinta, harus saling melengkapi dan mendukung. #tsaaahh

Seiring berjalannya waktu, mulailah terkuak rahasia lama yang selama ini terpendam. Bahwa Kugy mencintai Keenan, dan ternyata begitupun sebaliknya. Mungkin keduanya sudah merasakan rasa itu hadir diantara mereka, cuma ya mungkin kalau memang tidak ada kata yang terucap langsung dari bibir, tidak bisa dianggap sah , jika hanya diartikan lewat sikap yang cara penyampaiannya tersirat.

Kugy yang kembali hidup dalam dunia dongengnya, yang sudah jelas tidak bisa lagi fokus dalam pekerjaannya sehingga membuatnya ‘dipecat’ oleh Remy. Keenan yang nampak mantap untuk tetap melukis, diizinkan oleh papanya untuk total melukis dan tinggal di Bali.

Muncul banyak konflik batin, muncul permasalahan, muncul kebohongan pada diri masing-masing. Ahhh, tiba-tiba saya blank. Ya pokoknya ceritanya mengharu biru deh part 2 ini. Sempet sih nangis, hehehe.. Tapi yang agak kurang bagus pas di endingnya banget, saat turun di perahu, perut Kugy nampak membuncit, disitu agak bingung nebaknya, beneran hamil atau efek baju aja. Eh adegan berikutnya baru kelihatan deh kalau ternyata dia hamil. Kurang mulus sedikit aja sih disitu.

Eh segitu aja reviewnya, maaf agak belepetan 🙂

Advertisements