film perahu kertas

Baca novelnya? Udahhh. Nonton film-nya? Udaaah.  Kenapa harus keduanya? Karena saya suka sekali dengan novel-novel Dewi Lestari. Dan memang sih perahu kertas ini beda banget sama novel Dee yang lainnya, kaya bukan Dee sih sebenernya. But yaa, fanatisme pembaca setia kali yaaa 🙂

Film dibanding novelnya? Jelaslah, pasti overated. Kalo buku, penggambaran masing-masing tokoh lebih liar dibanding di film yang udah disuguhin. Tapi pemotongannya pas, ga ada yang miss. Tapi untuk yang blm pernah baca bukunya, so pasti bakalan kebingungan di awal kemana sih arah film ini *apa yang dibilang kaka gue waktu nonton ini*.

Komen saya,  sayang sosok kugy yang ada di film ini ga seurakan apa yang ada di bayangkan saya waktu baca novelnya. masih terlalu ‘rapih’ untuk seorang kugy. Karakter kugy-nya kurang kuat sih disini, malah si Keenan yang lebih kuat.  Soundtracknya menghidupi filmnya. Dan dialognya indah! Malah sampe ada beberapa yang saya noted.

  • Realistis sama nyerah itu beda tipis.
  • Inilah duniaku sekarang, semuanya berubah, atau memang sudah seharusnya seperti ini.
  • Kadang aku merasa tersesat, semoga ada setitik cahaya, remah roti atau apapun yang bisa membawa aku keluar dari sini.

Untuk resensinya, emmm, males nulisnya, beli aja novelnya atau engga tonton aja filmnya, tugas saya disini cuma memberi komentar. 🙂

Advertisements